Menjaga Bentuk Tas Kulit Tetap Sempurna dengan Cara Penyimpanan yang Benar
Image Credit: Hijab
Banyak wanita mengeluhkan tas kulit sintetis atau kulit asli mereka cepat mengelupas (peeling), berjamur, atau bentuknya peyot dan kehilangan struktur aslinya (structured bag). Sebagian besar kerusakan tas sebenarnya terjadi saat tas sedang disimpan, bukan saat dipakai!
1. Jangan Biarkan Tas Kosong Melompong
Saat tas struktur (seperti tote bag kaku, satchel, atau top-handle bag) disimpan dalam keadaan kosong, gravitasi akan membuatnya lemas dan muncul kerutan permanen pada kulitnya. Selalu isi (stuffing) tas Anda dengan bantalan udara plastik, gumpalan kertas tisu (acid-free), atau syal yang tidak terpakai. Jangan gunakan kertas koran karena tintanya bisa luntur ke bagian dalam tas (lining).
2. Selalu Gunakan Dust Bag
Jangan pernah membuang kantong kain pembungkus (dust bag) bawaan tas Anda. Saat tas tidak dipakai, masukkan ke dalam dust bag untuk melindunginya dari debu tebal, paparan sinar matahari dari jendela, dan gesekan dengan benda lain di lemari. Jika tidak punya, gunakan sarung bantal berbahan katun yang bersih.
3. Atur Suhu dan Kelembapan Lemari
Musuh utama kulit (terutama PU leather/sintetis) adalah kelembapan udara tropis yang memicu jamur, dan suhu panas yang membuat kulit mengering dan pecah-pecah. Jangan menyimpan tas di lemari kayu yang menempel di dinding kamar mandi. Letakkan produk penyerap kelembapan (seperti serap air) di dalam lemari dan ganti secara rutin.
4. Jangan Digantung Terlalu Lama
Menyimpan tas dengan cara digantung pada handel atau tali selempangnya (strap) dalam jangka waktu lama akan merusak bentuk handel tersebut. Beban tas (walaupun kosong) akan menarik material pengaitnya hingga melar atau bahkan putus. Simpanlah tas dengan cara diletakkan berdiri berjejer di atas rak.
Merawat tas dengan benar adalah bentuk apresiasi pada nilai barang tersebut, memastikannya tetap terlihat baru kapan pun Anda membutuhkannya.